Dear hati,
Aku tidak
tahu pertanda apa tadi malam. Hingga rinduku pada ayah bunda telah sampai pada
malam-malam tidurku.
Tentu saja aku bahagia.
Keceriaan seperti
itulah yang memang aku tunggu.
Duh Allah,
bila masa bertemu denganya telah tiba, inginku seperti di mimpi.
Bahagia,
senang, nostalgia mengenang masa-masaku dulu saat masih serumah dengan mereka.
Terkadang aku
menyadari kalau seperti ini berarti aku lemah.
Seharusnya kerinduan
itu tidak seperti ini.
Bukankah aku
harus menjadi wanita kuat?
Yang mandiri
serta tidak cengeng?
Oh, salahkah
aku bila rapuh tanpanya?
-10 Desember 2013-