Tuhan, aku gak tahu harus menyalahkan siapa. Kecewaku karena semua di luar ekspektasi. Dulu aku sangat senang punya teman banyak, yang (mungkin akan) menemaniku sampai mati. Tapi baru sampai di semester 8 ini saja aku sudah menyerah. Semuanya menjadi berantakan. Satu persatu mulai meninggalkanku karena kesibukan masing-masing. Satu persatu mulai hilang di peredaran yang aku tahu itu perjuangan mereka.
Mungkin ini memang sudah waktunya. Sudah tiba masanya semua berakihr. Tapi mengapa seperti itu? Mengapa harus seperti ini? Aku bahkan tidak tahu bagaimana harus memulai lagi. Bagaimana pertama aku harus menyapa mereka. Kata pertama apa yang pantas ku ucapkan ? entah.
Mungkin ini salahku juga. Aku yang tidak mau diajak berjuang bersama. Aku yang terlalu naïf untuk mengakui. Aku dengan egoku yang cukup tinggi, mungkin terlalu menjaga jarak dengan mereka. Aku yang tidak cukup pandai menghadapi suasana ini. Aku yang tidak cukup lihai menyembunyukan kekakuan suasana ketik berkumpul bersama. Satu hal yang kutahu cukup sulit kita lakukan bersama sejak itu. Aku…
Oh Tuhan, bencikah mereka padaku? Marahkah mereka? Kecewakah ?
Dan pada akhirnya, kita hanya harus berjuang sendiri. Berdiri di atas kaki sendiri. Bergerak dengan kedua tangan sendiri.
Aku tak mungkin mengandalkan kalian. Begitu juga kalian kepadaku. Aku terlalu pengecut untuk bisa diajak bekerja sama.
Maaf tidak bisa menjadi maumu.
Maaf tidak bisa menjadi yang kau andalkan. Tetaplah semangat. Dan jangan lupa bahagia :)
*sejujurnya, Ini berat bagiku.