Tuesday, December 17, 2013

Mimpi itu..

Dear hati,
Aku tidak tahu pertanda apa tadi malam. Hingga rinduku pada ayah bunda telah sampai pada malam-malam tidurku.
Tentu saja  aku bahagia.
Keceriaan seperti itulah yang memang aku tunggu.
Duh Allah, bila masa bertemu denganya telah tiba, inginku seperti di  mimpi.
Bahagia, senang, nostalgia mengenang masa-masaku dulu saat masih serumah dengan mereka.
Terkadang aku menyadari kalau seperti ini berarti aku lemah.
Seharusnya kerinduan itu tidak seperti ini.
Bukankah aku harus menjadi wanita kuat?  
Yang mandiri serta tidak cengeng?

Oh, salahkah aku bila rapuh tanpanya?

-10 Desember 2013-

Friday, November 15, 2013

Tentang Ayahku

Lagu ini mengingatkanku tentang ayahku.
I love my Father so much. :* :* :*
He is my hero, my Idol, my motivator.
He is my everything.

Ebiet G Ade- Titip Rindu Buat Ayah.

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm…

Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…

Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…

Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia



Ayah, aku tak bisa menjanjikan apapun.

Namun bhaktiku padamu akan senantiasa menjadi semangatku.

Monday, November 11, 2013

Catatan Hati Pengurus Keamanan

Ku  awali langkahku untuk mengaji disini. Mencari ilmu sebanyak mungkin agar dapat kuamalkan kelak. Ku bawa bekal nasihat dari ayahku agar aku bersungguh-sungguh. Jadilah wanita yang kuat, tegar, dan mandiri. Usahakan selalu bekerja keras, cerdas, dan tuntas. Begitu tuturnya.
Aku selalu berprinsip untuk tidak terlalu memperdulikan apa yang dikatakan teman-temanku. Apalagi hal itu adalah perkataan yang menyakitkan.
‘Neg ngrungokake omongane wong liyo, awakmu bakalan loro ati terus’.  Iya, memang begitulah adanya. Namun, saya menyadari bahwa aku adalah ternyata seorang pendengar yang baik. Lalu akulah sang penerima sakit hati itu.
Maka saat aku dipilih menjadi pengurus keamanan, hatiku cenderung menolak. Walau amanat ini tetap kuterima sebagai bentuk pengabdianku pada pondok ini. Sungguh, hanya alasan mengabdilah yang membuatku tetap bertahan dengan jabatan ini. Aku selalu berharap keberkahan dari setiap tindakan yang kupilih. Bercermin pada cita-cita, niat dan tujuan awal jugalah yang membuatku terus bertahan untuk kondisi yang pahit ini.
Walau perkataanmu menyakitkan, walau pandangan sinismu menyakitkan, walau sikapmu menyakitkan, aku TETAP akan terus bertahan disini. Mungkin sikap diam yang kuambil hanyalah bentuk pelarian dari air mata yang ingin kutumpahkan namun aku melarangnya. Jangan pikir dengan semua yang kau lakukan kepadaku membuatku mengambil keputusan keluar dari sini. Kalaupun aku keluar, kau bukanlah alasan yang melatarbelakanginya.
Sungguh, bila boleh ku berkata jujur, aku hampir tidak kuat menjalani keadaan ini. Aku harus mengorbankan waktu dan perasaanku setahun kedepan untuk mengawasi kalian. Mengurusi kalian yang manja, mengurusi kemalasan kalian, mendengarkan alasan-alasan kalian yang terkadang aneh, janggal dan tidak masuk akal. Dan tidak jarang aku diharuskan menjaga ‘image’didepan kalian. Aku juga harus mengorbankan UKM yang sudah aku dambakan dan kuikuti semenjak MA hanya untuk bisa fokus dengan mengurusi kalian saja. Hal itu sungguh menyakitkan ketika kukorbankan semua untuk kalian, ternyata kalian yang tidak mau mengerti aku.
Padahal, sebenarnya kupikir divisi ini tidaklah perlu. Bukankah kalian sudah seorang mahasiswa?. Umur yang sudah sepantasnya disebut dewasa. Umur yang sudah sadar akan dirinya sendiri. Yang tahu akan hak dan kewajibannya tanpa harus disuruh dan diperintah. Apalagi sampai harus diawasi dari orang lain. Itu sungguh memalukan menurut saya.
Tidakkah kalian diajarkan hal itu dari guru anda. Dari orang tua kalian?.
Sebenarnya taat aturan bukanlah suatu hal yang sulit. Tepat waktu bukanlah hal yang sulit pula. Semuanya bisa dipraktekkan melalui pembiasaan. Yang penting bertekad kuat untuk mau berubah ke arah yang lebih baik. Mengapa tidak?

Aku akui, tidak semua orang sadar akan hak dan kewajibannya. Terkadang mereka juga lupa akan tujuan awal dan niat yang dibawa dari rumah. Dan khilaf, malas, dan semua hal yang negatif lainnya itu pasti ada. Namun apakah kita mau jadi orang yang kalah dengan keadaan? Tentu tidak bukan? Mari berjuang bersama-samaku...                                                           Yogyakarta, 08 November 2013 

Monday, November 4, 2013

Rindu Senja Masa Silam..

Senja ini kembali menyeretku pada tahun-tahun silam, mengorek memori yang sempat terlupa sejenak olehku. Di masa ketika aku masih berseragam putih biru.
Dulu...
Aku selalu senang masuk ke kamar kakakku. Walau sekedar duduk menghabiskan waktu, melihat-lihat dinding, membuka-buka bukunya, meng’operasi’ almarinya, dan entah apapun yang bisa kulakukan saat itu.
Aku selalu belum puas melakukannya sekali dua kali..
Aku selalu mencari-cari kesempatan untuk bisa membaca-baca apapun yang ada di situ.
Aku juga selalu terkesan dengan tulisan kakakku yang latin dan super rapi. Tepatnya kagum sih. Untuk seorang cowok, itu termasuk kategori keren :D
Di setiap lembar bukunya, selalu ada gambar-gambar lucu, kata-kata penyemangat, atau sekedar tulisan narsis tentang dirinya.
Dan yang tak lupa dari tulisannya dalah tentang mimpi-mimpinya.
Tentang rencana ke depan hidupnya.
Saat aku bosan, aku selalu masuk untuk menyuntik semangatku lewat tulisan-tulisan darinya.
Bahagianya kala itu.
Dan aku selalu menangis ketika kakakku memarahiku saat aku lupa atau tak sempat menutup pintunya, maupun memberesi kembali barangnya dan melihat kamarnya telah berubah.
Walau begitu, sebenarnya aku hanya tertawa saja dibelakangnya, dan cuek sekali.
Toh nyatanya aku mengulangi perbuatanku esok kalinya.. :D
saya suka saya suka,,
Rindu masa masa kala itu.. L


Yogyakarta, 19 Oktober 2013 

Tuesday, October 29, 2013

Ketertarikanku

Aku selalu tertarik pada orang yang menyukai alam.
Bagiku dia sama indahnya.
Dan mimpiku untuk bisa menjelajahi alam negri ini, tak pernah sedikitpun terhapus dalam bayangan ini.

Aku selalu tertarik pada orang yang bisa bermain musik.
Bagiku dia sama hebatnya.
Walau tak satupun yang dapat ku kuasai, namun aku selalu terpikat olehnya.
Dan mimpiku untuk bisa bermain satu alat musik, tetap ku jaga karna bahkan entah kapan aku bisa mewujudkannya.

Aku selalu tertarik pada sosok seorang santri.
Bagiku dia sama kerennya.
Walau tak satupun pribadiku yang mencerminkan sosoknya, namun aku tak pernah berhenti mencoba.
Dan mimpiku menjadi santri yang sebenarnyam membuatku tetap bertahan walau pahit kerap kurasakan.


Aku selalu tertarik pada orang berjiwa patriotisme.
Bagiku dia sama hebatnya.
Walau belum satupun prestasi yang ku torehkan pada negeri ini, namun aku tetap meneladaninya.
Dan mimpiku untuk bisa membawa nama tanah air ini, menjadi alasan mengapa aku tetap berada disini...


Senja Yogya, 18 Oktober 2013 

Monday, July 22, 2013

Cinta yang berbeda

__Love in another way_

Sekilas terlintas dalam memori otakku,
Ini tentang saudara-saudaraku.
Tahukah kalian ?
Meski kita terlihat kurang dekat, dan terkesan cuek dengan yang lainnya, tapi kita punya sesuatu yang lain.
Sesuatu itu bernama CINTA.
Ikatan yang menyatukan kita hingga kapanpun.
Tidak harus dengan seringnya sms,
Tidak harus dengan ucapan saat ulang tahun,
Tidak harus dengan selalu memberi sesuatu,
Tidak harus dengan cerita seperti novel,
Tapi kita mencintai dengan cara yang lain,
Dengan cara yang kami ciptakan sendiri.
Dengan cara yang kami jalani sendiri,
Dengan cinta kami dipertemukan,
Dengan do’a kita tak kan terpisahkan,
Karna tak masalah kita punya cerita cinta yang berbeda.
I love u all, more than u knows J

Yogyakarta, 20 Juli 2013




Saturday, June 8, 2013

--ihirr,,--

Aku patah hati nih, hhe
Setelah aku tanya, dia ternyata masih mencintai pacarnya yg dulu,
2 tahun lalu ia jadian dan putus gara-gara salah paham
Dan sekarang ia lost contact sama mantannya itu
tapi sulit baginya melupakan dia, hemm 

Hadeeh, padahal kan dia sahabatku,
Tidak seharusnya aku menaruh harapan ke dia.
Mungkin dia hanya akan menjadi sederetan nama yang masuk dalam daftar orang yang pernah singgah kehatiku, :D

Sekarang si lord malah semakin mengejarku,
Berusaha semakin meyakinkanku akan cintanya, ceileh.
:D
Entahlah, yang kutakutkan, lama kelamaan hatiku bisa luluh dibuatnya,
Lalu apa yang menjadi peganganku sekarang,
Mungkin wajah ortu, cita-cita, dan masa depan yang tetap menjadi semangat pendorongku, agar selalu fokus pada tujuan awal.
Utamakan  cita-cita dari pada cinta. J

Si lord itu seakan ga berhenti menggodaku,
:D
Enak saja ia mengatakan aku istrinya, dan akan datang ke Indonesia kelak untuk menikahiku. LOL :D

Tapi kalo itu benar gimana ?
Wallahu ‘alam.
Lagian jodoh siapa tahu.

Tapi tetap kembali pada prinsip awal,
Kalo nyari suami itu yang baik agamanya, sehingga kelak ia akan bisa membimbingmu menuju yang lebih baik dari adanya kamu sekarang.

Aamiin
Semoga sesuai harapan.
Tapi kok aku tetap tertarik sama yang santri ya, hehe
Yang sekiranya pernah ngicipi manisnya pondokan,
Setidaknya ia tidak akan kaget kalo diajak susah hidup kita nantinya,
Masalah takdir, siapa yang tahu, hehe

Santri udah, tetep pengen yang pinter. Hehe (dasar manusia kagag pernah puas, hehe #peace)
Kan kagag lucu juga kalo ntar aku ngomong apa, dia jawab apa,
Wah, apalagi kalo lola, hadeeh,,

Ya Robby,
Jodohku memanglah sudah ditentukan,
Tapi berdo’a untuk kemungkinan yang lebih baik, tentu tidak ada salahnya kan ?
Berikanlah aku yang terbaik, sembari aku memperbaiki diriku juga J


08062013
__SC kampus__




Wednesday, June 5, 2013

about my friend

Malam ini, entah apa yang kurasa
Yang jelas, aku merasa sangat bahagia
Aku mempunyai banyak teman di sekelilingku J

Ada lord bro yang katanya loves me so blindly :D
Ada red moon yang selalu jadi penengah diantara kita
Ada xxx (kagag tau namanya,hehe) yang dewasa
Ada fatimah yang dengan pengalamannya kadang-kadang bisa mengalahkan kata-kata sastrawan ulung pun :D
Ada shohan yang baru saja ikrar janji persahabatan dengan aku(ahihihi,, kaya mau nikah aja)
Ada deepen yang kayaknya dia juga baik  banget sama aku, dewasa lagi,hehe
Ada sholeh hadi juga (#uppz...) yang setia menemani begadang kalo lagi lembur
Banyak banget, walaupun kebanyakan temanku dari dunia maya yang entah masih diragukan keberadaannya.
Tapi setidaknya aku merasa tidak sepi lagi, :D

Tetapi, tetap harus diingat bahwasanya aku tidak boleh lengah dengan semua ini,
Tetap harus fokus pada tujuan awal,
Cita-cita dulu, baru cinta
Bahagiain ortu dulu, baru yang lain

Love u all my friends J  -_-“



Yogyakarta, 28 Mei 2013 04.00

"Nailuts Tsuroyya"

Saat-saat aku temu kangen bersama teman –teman alumni PonPes Al-Hikmah Pedurungan Lor, Semarang.
Senangnya, setelah berapa lama tak bersua.
Masih seperti dulu, kehangatan, kebersamaan, kecerewatan, kehebohan itu , :D
Rasanya,,.sesuatu baneedd,hhe
Ini dia potret moment spesial kita



Semoga tetap istiqomah ya kawan J



Yogyakarta, 3 Juni 2013

Monday, April 29, 2013


Salam,
Ini untuk kedua kalinya aku kirim memori. Walau memori pertama tak sempat kudengar saat itu.
Awal kisah ini, bukan lagi fb yang mengantarkan cerita tentang hidupku. Ya, aku beralih ke dunia chatting untuk melupakan dunia lamaku. Walau sesekali aku tetap menengok ke belakang hanya sekedar memenuhi rasa rindu yang terkadang hadir.
Awalnya, aku hanya ingin sekedar mencari teman, belajar bahasa inggris dengan orang asing. Untuk melancarkan speakingku yang masih belepotan. Iseng saja aku masuk ke salah satu room yang itu berbahasa inggris. Setelah berkenalan, dia meminta alamat fb ku. Tentu saja aku tak keberatan, toh menambah teman tak kan jadi masalah bagiku.
Saat aku online, dia selalu mengajakku chatting. Bahkan dia menyatakan cintanya saat awal-awal kita belum terlalu dekat. Dan aku pun tak pernah menanggapinya. Aku tahu hal itu hanyalah gurauan dari orang iseng belaka. Tetapi, hampir setiap hari aku mendengarnya. Dia selalu menyakinkanku bahwa dia akan datang ke Indonesia dan menikah denganku hingga mempunyai bayi-bayi yang cantik. Aku hanya tertawa. Bagaimana tidak, mempunyai pacar orang asing tak pernah sekalipun terlintas olehku, apalagi menjadi istrinya. Itu bukan sebuah mimpi yang menarik bagiku.
Berulang kali ia meminta nomor hapeku, tapi aku tak pernah memberinya. Beribu kali ia menyatakan cintanya, tapi aku tak pernah menanggapinya .
Hingga suatu ketika dia bertanya padaku, apakah aku telah jatuh hati pada pria lain sehingga aku tak pernah memberinya kesempatan bahkan untuk sekedar menjadi pacarnya ?
Tentu saja aku mengiyakannya. Di sisi lain aku ingin menghindarinya, membuatnya membenciku. Dan di sudut lain hal itu memang benar adanya. Aku memang telah meletakkan hatiku pada salah satu teman di kampusku. Hal itu karna aku mengagumi kedewasaan dan kecerdasannya.
Sungguh, dia adalah orang paling idiot yang pernah ku kenal. Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkanku termasuk mencabut kembali cinta yang ku tanam di lain hati.
Dia selalu mengancam akan bunuh diri saja jika tak bisa mendapatkanku.
Suatu kali, aku benar-benar jengkel dibuatnya dan benar-benar menghapus pertemanan dengannya di fb. Tak kusangka bahwa itu ialah awal dari tangisanku.
Dia benar-benar mencoba untuk mati. Tak habis pikir aku dibuatnya. Aku mengetahuinya dari salah satu temannya yang kebetulan dia juga temanku.
Sekarang kondisinya kritis. Dia overdosis karena menelan banyak obat tidur. Entahlah, aku hanya merasa simpati dan khawatir tentangnya. Dan hal itu bukanlah cinta.
Temanku menyarankan, bila dia sembuh nanti, terimalah cintanya. Dia begitu mencintaiku hingga berani melakukan hal bodoh. Cinta memang buta katanya.
Lagipula, orang yang kuletakkan hati daripadanya, tak lebih menganggapku hanya sebagai teman. Aku tahu itu. Dan aku menyadarinya.
Tapi untuk menerima cintanya, adalah hal yang sulit bagiku. Banyak pertimbangan untukku. Selain karna aku tak bisa LDR (Long Distance Relationship), orang tua pastilah tak akan merestui.  Bahkan hanya untuk sekedar menjadi pacarnya, aku takut dia memintaku lebih. Menjadikanku istrinya adalah impiannya.
Saat ini aku hanya bisa menangis sembari berdoa. Berharap tak terjadi apa-apa dengannya. Dan semuanya menjadi baik-baik saja.

Friday, March 29, 2013

Memori Kisahku


Malam sahabat,
Namaku Tari. Ini pertama kalinya aku kirim memori, setelah beberapa kali mendengarnya lewat radio. Ku ingin berbagi kisah dengan tulus, tersenyumlah sahabat, sebelum kalian menyimaknya.
Ku mulai kenanganku pada 2010 lalu. Sama dengan lainnya, terkadang FB memang membawa keberuntungan tersendiri bagi para penggunanya. Begitu pun juga dengan diriku. Ya, aku mulai mengenalnya lewat dunia maya. Dia kakak kelasku dulu sewaktu MA. Dan sekarang dia sudah alumni. Singkat kata, aku mulai akrab dengannya lewat chat, komentar status, ribuan sms, dan hanya beberapa kali telvon. Aku menganggapnya kakak terbaikku karena dulu aku merasa aku kekurangan perhatian saja dari kakak-kakak  kandungku.
Sudah lama dia menyatakan rasa sayangnya ke aku, entah lewat guyonan,gombalan, maupun nada keseriusannya. Tapi waktu aku masih ragu untuk menerimanya, karna disebabkan banyak alasan. Salah satunya dengan jilbabku. Dan pada saat tanggal 1 Januari 2011 aku pun memutuskan untuk menerimanya. Begitulah, aku ingin mencari tanggal yang pas untuk mengingatkan hari jadian kita. Angan-angan yang terlalu indah menurutku. Tapi ternyata, hal itu melah manjadi “bom” waktu bagiku. Yang tiap tahun baru akan meledak dengan sendirinya. Setelah memutuskan untuk berhubungan lebih jauh, bukannya membaik, tapi ternyata sangat jauh dari angan-anganku dahulu. Dia malah terasa kian cuek dan semakin menjauh. Menjadi sok sibuk dan  tak seperti dahulu yang kukenal sebelumnya.
Tak tahan dengan sikapnya yang seolah semakin menggantungkanku tak jelas begini, aku memilih untuk berpisah dengannya tanggal 1 April 2011. Ya, hanya beberapa bulan saja aku merasakan punya pacar pertama. Dan yang lebih mengherankan, dengan mudahnya saja dia mengiyakan permintaanku untuk putus. Seolah hal itu merupakan sebuah keputusan yang ditunggunya sejak lama. Entahlah, kala itu untuk pertama kalinya aku menangis hanya karena cowok yang tak sepatutnya ditangisi.  Terkadang aku menyesali air mata yang jatuh kala itu.
Tapi kini, aku mulai lembaran hidup baru. Ku jalani hidup baru, tanpa urusan cinta yang dapat  menjebakku nanti. Terus kuat memegang prinsip untuk tak bermain dengan cinta kalau waktunya belum tiba. Kini dengan lantang ku berucap :
Selamat tinggal cerita lama,
Selamat datang dunia baru. J
Terimakasih telah  mau mendengar kisahku. Semoga kalian juga bahagia dengan kisah kalian di luar sana.

Friday, March 1, 2013


air mata ini yang jatuh perlahan. Mengiringi hati yang coba ku ungkap dalam tulisan malam.
Dalam duka aku ingin tetap tersenyum. Dalam keadaan apa pun aku masih ingin dan tetap tersenyum. Walau dunia tidak akan lagi berpihak padaku. Tapi aku tetap akan menjadi diriku sendiri. Tetap akan bangga dengan AKU.
Fokus pada tujuan awal, konsentrasi pada masa depan, dan jangan memperdulikan masalah yang sebenarnya sepele.
Ya Robb, aku hanya ingin bercerita. Hanya ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya ku rasa. Bukan berarti aku mengeluh. Karena aku tak ingin menyalahkan keadaan. Hanya sekedar mempertanyakan keadaan.
Mengapa?. Kata awal yang sederhana tapi penuh makna bagiku.
Mengapa aku tak bisa menjadi seperti mereka? Hanya sekedar menjadi sebagian kecil dari diri mereka. Agar bisa di terima mungkin. Itu saja. Kalau untuk bisa di senangi, rasanya terlampau jauh dari harapan. Mengapa malah orang terdekatku yang akhirnya bisa survive dan diterima baik oleh mereka. Mengapa bukan aku dan malah dia?. Mengapa malah akhirnya orang-orang terdekatku lah yang di sukai oleh mereka-mereka, dan bukan aku yang lebih membutuhkan itu sebenarnya. Entahlah. Hal itu tidaklah butuh jawaban. Siapa yang mau menandingi takdir ALLAH ?.
Aku pun hanya bisa pasrah sembari mencoba mencari kesibukan lain. Meskipun aku membutuhkan mereka, tapi aku tidak akan memperlihatkan bahwa aku menggantungkan keadaan dan mengorbankan hidup serta masa depanku pada mereka juga. Biarkan kami tetap pada diri kita masing-masing. Tetap pada jalan yang telah kita pilih untuk kemudian akan kita lalui sendiri. Toh pada akhirnya kita membawa kesuksesan diri kita masing-masing.
Yang terpenting, tetap semangat, jaga senyum, dan jangan menyerah !!!.Dunia tidak akan kiamat hanya karena tanpa dia mendukungmu.
Ada orang tua di rumah yang selalu menaruh harapannya padamu, menitipkan mimpi yang belum sempat tercapai kepadamu untuk kau gapai. Ada kakak-kakak yang juga bersimpati nan selalu mendukungmu, mengharapkan kesuksesan segera kau wujudkan. Ada adek-adek di rumah yang menunggu teladan keberhasilanmu. That’s enough to me.
Pokoknya, Laa Tahzan wa Laa Takhof, InnALLAHa Ma’ana,. J . ^^
                                                                                                Yogyakarta, 24 Januari 2013