Untukmu,
Yang pernah bersama atau sekedar
singgah,
Dalam satu barisan masa, satu
pagar bertuliskan ‘al hikmah’.
Pada akhirnya, kita telah sampai
pada detik ini kawan. Melegakan bukan? Kupikir setidaknya kita telah melewati
satu per satu halaman yang telah di sediakan. Sudah saatnya ganti buku, dengan
hari yang baru.
Dan tentang cerita kemarin, kita
takkan bicara tentang kelemahan, kesalahan maupun kegagalan. Keamanan tetaplah
keamanan. Ia tetaplah manusia yang takkan sempurna. Maafkanlah tentang
kenyataan ini.
Juga untuk orang-orang terkasihku
(re: kalian) dalam doa, nama namanya selalu dan takkan pernah
lelah ku sebut
satu per satu, agar yang Maha Pengasih memberkati dan menuntun dalam terangnya
selalu.
Walaupun sebetulnya banyak benar yang
membuat hatiku sedemikian rupa, tapi aku tetaplah suka. Untuk segala kenangan
yang tumbuh dengan nama-nama yang akan terus ku ingat, itupun menjadi anugerah
yang tak terkira. Terimakasih…
Aku tak lagi menemukan kata, tapi
aku bahagia. Segala yang tak terbayangkan ini selesai sudah dan menjadi sebuah
cerita. Kelak pasti kan kurindukan masa masa ini. Terimakasih pernah menjadi
bagian dari adanya AKU.
Peluk erat,
Tari