Monday, March 2, 2015

Aksara Terakhir


Untukmu,
Yang pernah bersama atau sekedar singgah,
Dalam satu barisan masa, satu pagar bertuliskan ‘al hikmah’.

Pada akhirnya, kita telah sampai pada detik ini kawan. Melegakan bukan? Kupikir setidaknya kita telah melewati satu per satu halaman yang telah di sediakan. Sudah saatnya ganti buku, dengan hari yang baru.

Dan tentang cerita kemarin, kita takkan bicara tentang kelemahan, kesalahan maupun kegagalan. Keamanan tetaplah keamanan. Ia tetaplah manusia yang takkan sempurna. Maafkanlah tentang kenyataan ini.

Juga untuk orang-orang terkasihku (re: kalian) dalam doa, nama namanya selalu dan takkan pernah 
lelah ku sebut satu per satu, agar yang Maha Pengasih memberkati dan menuntun dalam terangnya selalu. 

Walaupun sebetulnya banyak benar yang membuat hatiku sedemikian rupa, tapi aku tetaplah suka. Untuk segala kenangan yang tumbuh dengan nama-nama yang akan terus ku ingat, itupun menjadi anugerah yang tak terkira. Terimakasih…

Aku tak lagi menemukan kata, tapi aku bahagia. Segala yang tak terbayangkan ini selesai sudah dan menjadi sebuah cerita. Kelak pasti kan kurindukan masa masa ini. Terimakasih pernah menjadi bagian dari adanya AKU.

                                                                                                                                                                                                                                                            Peluk erat,

                                                                                         Tari

No comments:

Post a Comment