Friday, March 1, 2013


air mata ini yang jatuh perlahan. Mengiringi hati yang coba ku ungkap dalam tulisan malam.
Dalam duka aku ingin tetap tersenyum. Dalam keadaan apa pun aku masih ingin dan tetap tersenyum. Walau dunia tidak akan lagi berpihak padaku. Tapi aku tetap akan menjadi diriku sendiri. Tetap akan bangga dengan AKU.
Fokus pada tujuan awal, konsentrasi pada masa depan, dan jangan memperdulikan masalah yang sebenarnya sepele.
Ya Robb, aku hanya ingin bercerita. Hanya ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya ku rasa. Bukan berarti aku mengeluh. Karena aku tak ingin menyalahkan keadaan. Hanya sekedar mempertanyakan keadaan.
Mengapa?. Kata awal yang sederhana tapi penuh makna bagiku.
Mengapa aku tak bisa menjadi seperti mereka? Hanya sekedar menjadi sebagian kecil dari diri mereka. Agar bisa di terima mungkin. Itu saja. Kalau untuk bisa di senangi, rasanya terlampau jauh dari harapan. Mengapa malah orang terdekatku yang akhirnya bisa survive dan diterima baik oleh mereka. Mengapa bukan aku dan malah dia?. Mengapa malah akhirnya orang-orang terdekatku lah yang di sukai oleh mereka-mereka, dan bukan aku yang lebih membutuhkan itu sebenarnya. Entahlah. Hal itu tidaklah butuh jawaban. Siapa yang mau menandingi takdir ALLAH ?.
Aku pun hanya bisa pasrah sembari mencoba mencari kesibukan lain. Meskipun aku membutuhkan mereka, tapi aku tidak akan memperlihatkan bahwa aku menggantungkan keadaan dan mengorbankan hidup serta masa depanku pada mereka juga. Biarkan kami tetap pada diri kita masing-masing. Tetap pada jalan yang telah kita pilih untuk kemudian akan kita lalui sendiri. Toh pada akhirnya kita membawa kesuksesan diri kita masing-masing.
Yang terpenting, tetap semangat, jaga senyum, dan jangan menyerah !!!.Dunia tidak akan kiamat hanya karena tanpa dia mendukungmu.
Ada orang tua di rumah yang selalu menaruh harapannya padamu, menitipkan mimpi yang belum sempat tercapai kepadamu untuk kau gapai. Ada kakak-kakak yang juga bersimpati nan selalu mendukungmu, mengharapkan kesuksesan segera kau wujudkan. Ada adek-adek di rumah yang menunggu teladan keberhasilanmu. That’s enough to me.
Pokoknya, Laa Tahzan wa Laa Takhof, InnALLAHa Ma’ana,. J . ^^
                                                                                                Yogyakarta, 24 Januari 2013

No comments:

Post a Comment