Malam sahabat,
Namaku Tari. Ini pertama kalinya aku kirim memori, setelah
beberapa kali mendengarnya lewat radio. Ku ingin berbagi kisah dengan tulus,
tersenyumlah sahabat, sebelum kalian menyimaknya.
Ku mulai kenanganku pada 2010 lalu. Sama dengan lainnya, terkadang FB
memang membawa keberuntungan tersendiri bagi para penggunanya. Begitu pun juga
dengan diriku. Ya, aku mulai mengenalnya lewat dunia maya. Dia kakak kelasku
dulu sewaktu MA. Dan sekarang dia sudah alumni. Singkat kata, aku mulai akrab dengannya
lewat chat, komentar status, ribuan sms, dan hanya beberapa kali telvon. Aku
menganggapnya kakak terbaikku karena dulu aku merasa aku kekurangan perhatian
saja dari kakak-kakak kandungku.
Sudah lama dia menyatakan rasa sayangnya ke aku, entah lewat
guyonan,gombalan, maupun nada keseriusannya. Tapi waktu aku masih ragu untuk
menerimanya, karna disebabkan banyak alasan. Salah satunya dengan jilbabku. Dan
pada saat tanggal 1 Januari 2011 aku pun memutuskan untuk menerimanya.
Begitulah, aku ingin mencari tanggal yang pas untuk mengingatkan hari jadian
kita. Angan-angan yang terlalu indah menurutku. Tapi ternyata, hal itu melah
manjadi “bom” waktu bagiku. Yang tiap tahun baru akan meledak dengan
sendirinya. Setelah memutuskan untuk berhubungan lebih jauh, bukannya membaik,
tapi ternyata sangat jauh dari angan-anganku dahulu. Dia malah terasa kian cuek
dan semakin menjauh. Menjadi sok sibuk dan tak seperti dahulu yang kukenal sebelumnya.
Tak tahan dengan sikapnya yang seolah semakin menggantungkanku tak
jelas begini, aku memilih untuk berpisah dengannya tanggal 1 April 2011. Ya,
hanya beberapa bulan saja aku merasakan punya pacar pertama. Dan yang lebih
mengherankan, dengan mudahnya saja dia mengiyakan permintaanku untuk putus.
Seolah hal itu merupakan sebuah keputusan yang ditunggunya sejak lama.
Entahlah, kala itu untuk pertama kalinya aku menangis hanya karena cowok yang
tak sepatutnya ditangisi. Terkadang aku
menyesali air mata yang jatuh kala itu.
Tapi kini, aku mulai lembaran hidup baru. Ku jalani hidup baru, tanpa
urusan cinta yang dapat menjebakku
nanti. Terus kuat memegang prinsip untuk tak bermain dengan cinta kalau
waktunya belum tiba. Kini dengan lantang ku berucap :
Selamat tinggal cerita lama,
Selamat datang dunia baru. J
Terimakasih telah mau mendengar
kisahku. Semoga kalian juga bahagia dengan kisah kalian di luar sana.
No comments:
Post a Comment