Friday, March 29, 2013

Memori Kisahku


Malam sahabat,
Namaku Tari. Ini pertama kalinya aku kirim memori, setelah beberapa kali mendengarnya lewat radio. Ku ingin berbagi kisah dengan tulus, tersenyumlah sahabat, sebelum kalian menyimaknya.
Ku mulai kenanganku pada 2010 lalu. Sama dengan lainnya, terkadang FB memang membawa keberuntungan tersendiri bagi para penggunanya. Begitu pun juga dengan diriku. Ya, aku mulai mengenalnya lewat dunia maya. Dia kakak kelasku dulu sewaktu MA. Dan sekarang dia sudah alumni. Singkat kata, aku mulai akrab dengannya lewat chat, komentar status, ribuan sms, dan hanya beberapa kali telvon. Aku menganggapnya kakak terbaikku karena dulu aku merasa aku kekurangan perhatian saja dari kakak-kakak  kandungku.
Sudah lama dia menyatakan rasa sayangnya ke aku, entah lewat guyonan,gombalan, maupun nada keseriusannya. Tapi waktu aku masih ragu untuk menerimanya, karna disebabkan banyak alasan. Salah satunya dengan jilbabku. Dan pada saat tanggal 1 Januari 2011 aku pun memutuskan untuk menerimanya. Begitulah, aku ingin mencari tanggal yang pas untuk mengingatkan hari jadian kita. Angan-angan yang terlalu indah menurutku. Tapi ternyata, hal itu melah manjadi “bom” waktu bagiku. Yang tiap tahun baru akan meledak dengan sendirinya. Setelah memutuskan untuk berhubungan lebih jauh, bukannya membaik, tapi ternyata sangat jauh dari angan-anganku dahulu. Dia malah terasa kian cuek dan semakin menjauh. Menjadi sok sibuk dan  tak seperti dahulu yang kukenal sebelumnya.
Tak tahan dengan sikapnya yang seolah semakin menggantungkanku tak jelas begini, aku memilih untuk berpisah dengannya tanggal 1 April 2011. Ya, hanya beberapa bulan saja aku merasakan punya pacar pertama. Dan yang lebih mengherankan, dengan mudahnya saja dia mengiyakan permintaanku untuk putus. Seolah hal itu merupakan sebuah keputusan yang ditunggunya sejak lama. Entahlah, kala itu untuk pertama kalinya aku menangis hanya karena cowok yang tak sepatutnya ditangisi.  Terkadang aku menyesali air mata yang jatuh kala itu.
Tapi kini, aku mulai lembaran hidup baru. Ku jalani hidup baru, tanpa urusan cinta yang dapat  menjebakku nanti. Terus kuat memegang prinsip untuk tak bermain dengan cinta kalau waktunya belum tiba. Kini dengan lantang ku berucap :
Selamat tinggal cerita lama,
Selamat datang dunia baru. J
Terimakasih telah  mau mendengar kisahku. Semoga kalian juga bahagia dengan kisah kalian di luar sana.

No comments:

Post a Comment