Dear
rumah,
Sudah
dua bulan. Dan satu, dua, atau beberapa bulan ke depan aku tetap belum bisa
pulang. Mungkin karena waktu yang memang belum bisa mengizinkan. Duh, Jangan
tanyakan aku tentang rindu. Akupun bahkan sudah lupa bagaimana rasanya itu. Kukira mungkin sudah terlalu tawar.
Tapi
bukan tentang rindu yang ingin kutulis. Ini lebih karena aku merasa malu.
Malu karena hingga saat ini aku belum bisa apa-apa. Belum bisa menghasilkan apa-apa. Sedang waktuku semakin jauh berlari tanpa perduli aku yang kian payah. Baiklah, kata orang aku terlalu hidup dalam bayang masa lalu dan ribet. Kini saatnya aku membuktikan ‘itu bukan diriku’.
Malu karena hingga saat ini aku belum bisa apa-apa. Belum bisa menghasilkan apa-apa. Sedang waktuku semakin jauh berlari tanpa perduli aku yang kian payah. Baiklah, kata orang aku terlalu hidup dalam bayang masa lalu dan ribet. Kini saatnya aku membuktikan ‘itu bukan diriku’.
~Yeahh..
Yogya berdendang kerinduan, 7 April 2014
No comments:
Post a Comment