Dear Senja,
Setahun berlalu ya
kawan..
Terbilang singkat, ya
memang beginilah waktu. Tak ada tombol ‘pause’ untuk kita sejenak berkuasa
menghentikan. Aku yang dulu awal mati-matian menolak ‘kursi’ ini, toh akhirnya
bisa sampai di garis akhir pengabdian. Iya,
alasan amanat mengabdilah yang membuatku menerima dan tetap bertahan dengan
jabatan ini seberapapun pahitnya. Kesal, menangis, terharu, tersindir, dicela,
ah.. rasanya sudah terlalu biasa. Hingga bumbu terpedas ketika diingatkan seseorang
pun pernah kutelan bulat-bulat.
Tapi terimakasih kawan,
karena tak lupa kalian sisakan manis di sini *tunjuk hati*. Tentu ini yang akan
lebih abadi dan terkenang selalu. Aku lebih banyak mensyukuri memiliki kalian,
daripada mengeluh tentang sikap kalian. Percayalah J
Senja semakin larut,
saatnya menutup hari. Juga mengistirahatkan hati. Terlihat semburat senja masih
menyisakan eloknya dan rasa tak ingin beranjak. Tapi ketahuilah, malam dengan
taburan bintang akan menggantikannya. Pun bulan turut serta menyempurnakannya.
Namun jangan sampai
terlena, mari bersiap menyambut megahnya pagi. Melukis pelangi di langit biru
kita. Memetik hujan yang menyemai bumi. Mengabadikan kisah dengan aksara cinta.
I have some really
beautiful memories of our friendship. And I don’t want to lose them. Thanks for
everything J
Yogya, berselimut kenangan.
300314
No comments:
Post a Comment